oleh : Ahmad Saefudin, S.Si, M.M.
(Kepala Sekolah SMPIT Thariq Bin Ziyad Boarding School)
Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa dalam Islam yang sarat dengan nilai ibadah, pendidikan, dan dakwah. Allah SWT berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qurβan sebagai petunjuk bagi manusia” (QS. Al-Baqarah: 185). Ayat ini menegaskan bahwa Ramadhan memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas penyampaian petunjuk (dakwah). Dalam konteks pendidikan Islam berbasis pesantren, Ramadhan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas dakwah dan pembinaan karakter santri.
Ramadhan sebagai Bulan Peningkatan Dakwah
Ramadhan dikenal sebagai syahrut tarbiyah dan syahrud daβwah. Kondisi spiritual umat yang meningkat menjadikan dakwah lebih mudah diterima. Allah SWT berfirman: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik” (QS. An-Nahl: 125). Rasulullah SAW juga bersabda: “Sampaikanlah dariku walau satu ayat” (HR. Bukhari). Hadits ini menegaskan bahwa setiap Muslim memiliki tanggung jawab dakwah sesuai dengan kapasitasnya, terlebih pada bulan Ramadhan.
Pesantren sebagai Pusat Pembinaan Dakwah
Pesantren memiliki peran strategis dalam pembinaan dakwah karena pendidikan berlangsung selama 24 jam. Allah SWT berfirman: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maβruf dan mencegah dari yang munkar” (QS. Ali Imran: 104). Melalui sistem asrama, santri dibina untuk memahami, mengamalkan, dan menyampaikan nilai-nilai Islam secara konsisten.
Implementasi Program Dakwah Ramadhan di Pesantren
Program dakwah Ramadhan di pesantren dapat berupa kultum harian santri, pelatihan imam tarawih untuk masyarakat sekitar pesantren, pelatihan dai muda, pesantren kilat, program taβjil on the road, dan bakti sosial. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qurβan dan mengajarkannya” (HR. Bukhari). Hadits ini menjadi landasan kuat bagi kegiatan pembelajaran dan penyampaian dakwah di lingkungan pesantren selama Ramadhan.
Dampak Ramadhan terhadap Karakter Santri
Pembinaan dakwah selama Ramadhan membentuk karakter santri yang berakhlak mulia dan peduli sosial. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan puasanya” (HR. Bukhari). Hadits ini menegaskan bahwa puasa Ramadhan harus berdampak pada perubahan akhlak dan perilaku, termasuk dalam aktivitas dakwah.
Penutup
Ramadhan sebagai bulan peningkatan dakwah memiliki relevansi kuat dengan sistem pendidikan boarding school. Dengan pembinaan yang terprogram dan berlandaskan Al-Qurβan dan Sunnah, boarding school dapat mencetak generasi dai muda yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Daftar Pustaka
Al-Qurβan al-Karim.
Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Moderasi Beragama. Jakarta: Kemenag RI.
Nata, Abuddin. (2017). Ilmu Dakwah. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Qardhawi, Yusuf. (2011). Fiqih Puasa. Jakarta: Litera AntarNusa.