1. Ujian datang karena meningkatnya atau bertambahnya KEIMANAN.

Dalil:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-`Ankabūt:2)

"Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat." (Al-'Ahzāb:11)

 

2. Ujian adalah keadaan tidak enak yg dirasakan kepada orang² yg sholeh, bertujuan untuk MENGHAPUS DOSA² mereka.

Dalil:

"Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus dosanya." (HR.Bukhari)

"Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa." (HR.Bukhari)

 

3. Ujian sebagai BENTUK SAYANG ALLAH kepada hamba-Nya

Dalil:

"Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya)." (HR.Al-Baihaqi)

"Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah)." (HR. Bukhari)

 

4. Ujian bertujuan untuk MENINGGIKAN DERAJAT seseorang di akhirat.

Dalil:

"Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu." (HR.AthThabrani)

 

Sedangkan azab adalah kebalikannya..

 

1. Azab datang karena meningkatnya KEZHOLIMAN atau bertambahnya DOSA-DOSA.

 

2. Azab adalah keadaan tidak enak yg dirasakan kepada orang² yg durhaka dan berdosa, bertujuan untuk MEMBINASAKAN mereka.

 

3. Azab sebagai BENTUK MURKA ALLAH kepada hamba-Nya.

 

4. Azab bertujuan untuk MERENDAHKAN DERAJAT seseorang di akhirat._

 

Penulis : Deni Bin Mumin_